Senin, 06 Maret 2017

Berkutat Dengan (Rumah) Sakit

Semenjak balik tugas negara dari Magelang (17/02), gw udah ngerasa gak enak badan. Karena masih men-deny hal itu jadi gw masih beraktivitas seperti biasa hingga akhirnya drop di tanggal 2602. Masih aja sok iye cuma istirahat di rumah, makan, tidur dan didopping sama paliong (chinese medicine yang emang jadi andalan gw kalo lagi sakit) tapi enggak ada perubahan. Akhirnya tanggal 2802 nyokap insist untuk ngajak gw ke dokter dan ternyata kena radang plusssss maag-nya kumat. Gegara maag-nya lagi cranky, dokter gak bisa kasi obat radang jadi untuk sementara dikasi antibiotik (amoxilin) doang. Dokter bilang, obat radang itu menyebabkan mual, kalo langsung diresepin pas maagnya lagi cranky begini ya sama aja bunih diri T^T

Hari berganti, obat juga udah mau abis tapi tenggorokan masih kaya kebakar dan badan masih panas. Akhirnya ke dokter lagi dan barulah dikasi obat radang yang super kecil, bulet, cepet banget cairnya di tenggorokan dan  paitnya minta ampun tapi manjur banget (namanya METHYLPREDNISOLONE). Sebenernya sampe cerita ini ditulis (0603) gw masih suka batuk kecil, tapi tenggorokannya udah nggak kaya kebakar lagi ^^

Lepas cerita tentang gw, semalem gw dikabarin kalo pak bos “kesayangan” (sepertinya kena DBD) dan mau dibawa ke RS. Tiap taun doi emang punya ritual dirawat di RS karena tipes, kali ini gw kaget karena doi kena DBD. Ya otomatis agenda gw besok adalah jengukin doi di RS soalnya doi sempet chat minta bawain makanan, koyo dan bilang kalo dia gak ada yang jagain. Ternyata pas siang ini gw ke RS, thank God ada oma dan mamanya doi. Gak lama kemudian dateng adek-adeknya. Cukup lama gw di RS, dari yang suasana kamarnya biasa aja, rame dengan candaan, riweuh dengan kelakukan adek-adeknya pabos, sampe banyaknya kunjungan ke pasien sebelah yang kaya meet & greet karena pas jenguk malah sibuk minta foto ama pasien (hmm,, new trend maybe?)

Sekitar jam 5 lewat gw pamit pulang ke omanya pak bos. Soalnya pas itu, mama dan adek-adeknya pak bos udah balik duluan. Sampe rumah, ketemu nyokap lalu:
Nyokap: “Ceh, anterin mama ke klinik yuk”
Gw:  (Jeger! Yailah mama sakit T^T) “Mama kenapa?”
Nyokap: (menjelaskan kenapa-kenapanya)
Gw: (pegang jidat nyokap yang ternyata rasanya kaya pegang kompor) “Yaudah ma ayo kita berangkat tapi ceceh pipis dulu ya.”


Pergilah kita ke klinik langganan, ketemu dokter, konsultasi, nebus obat dan langsung balik lagi ke rumah. And now here I am. Entah kenapa udah beberapa hari sepertinya perasaan ini nggak tenang. Langit terasa kelabu buat gw. Ada banyak yang mengganjal tapi tak bisa diungkap. Sudah hampir 3 minggu gw berkutat dengan rasa sakit, rumah sakit dan orang sakit. Memang, tidak boleh merasa seolah-olah hanya kita sendiri yang menderita padahal tidak. Tapi, melihat orang-orang sekitar menderita tentu membuat hati tak nyaman.

Senin, 27 Februari 2017

My First Starbucks

Taraaaa, satu gelas hangat Vanilla Latte dari salah satu Starbucks termahal di Jakarta (menurut teman saya yang satu itu, dan katanya memang benar).


Ini adalah cerita lanjutan dari postingan sebelumnya, Jumpa Kita Pe Kawan. Setelah akhirnya meet up sama Abel di tengah-tengah jembatan penyebrangan kita berdua move ke tempat selanjutnya yaitu area SCBD (gw lupa kepanjangan dari apa).

Niat ketemuan sama Abel ya mau ngopi-ngopi. Kongkow kaya biasa untuk ngobrol dan sekedar temu kangen antara kawan lama. Acara pertama adalah nemenin Abel ketemu bapaknya. Kita nunggu bapaknya Abel di lobby untuk akhirnya masuk bareng beliau ke kantornya yang waw, andddd surprisingly, his father still remember me! 

"ini Alicia ya!" kata bapaknya Abel sambil ngulurin tangan ngajak salaman. Kalimatnya pake tanda seru loh yang digunakan untuk mengeluarkan pernyataan.

Dan langsung gw sambut uluran tangannya sambil bilang "iya Om". 

Abel dan bapaknya sedikit chit chat tentang company profile yang dibawa Abel. Hemm, tercium aroma bisnis. hehehe.. Ngobrol sebentar, kemudian bapaknya Abel ngajak makan bareng. Okay, early lunch with keluarga beralis tebal, khusus buat bapaknya Abel, kumisnya gak nahan om wkwkwkwk *peace* cas cis cus, la la la, nyam nyam nyam.. Obrolan selagi makan selesai, dan bapaknya Abel harus balik lagi ke kantornya. Then, gw sama Abel memulai inti dari segalanya..

Kita berdua menuju Starbucks, pesen camilan, minuman dan cari spot enak buat ngobrol. Teman yang sama, jalur yang beda, rasa yang beda, tetapi PASSION nya masih yang SAMA. Abel mulai buka mulut dan cerita, tapi gw interupsi untuk bilang: " Yeaay, my first cup of Starbucks!" dan dia kaya "yailah yang bener aja sih lu....." Akhirnya gw celebrated that moment with captured the cup yang fotonya bisa dilihat di bagian atas.

Actually it's not only about my first starbucks, but it's about the environment! Orang ini, nih si Abel ini udah bilang beberapa sama gw tentang "segelas Starbucks". Jika dilihat secara ekonomis, harga Starbucks yang (kemaren gw tau) 43K dibandingkan dengan harga kopi di warung-warung biasa yang paling mahal cma 5K emang beda jauh. Lu bisa dapat 8 gelas kopi yang emang SAMA SAMA kopi dengan harga 43K, daripada di Starbucks cuma dapat 1 gelas. Tapi poin nya bukan disitu jo, ketika lu nongkrong di warung menikmati segelas kopi 5rebuan lihat deh di kiri kanan lu. Ada siapa? Apa isi omongannya? Bagaimana lingkungannya? Dan apa PENGARUHnya terhadap diri lu? Saat di warung, kiri-kanan lu adalah mereka-mereka yang bekerja lebih keras menggunakan tenaga daripada skill khusus. Katakanlah, misalnya (maaf, tidak bermaksud menyinggung siapa pun): kang angkot, kang ojek, kang bejak, kang bangunan, kuli angkut dan lain sebagainya. Apa yang mereka omongin? Sekedar ngomongin rutinitas sehari-hari, cerita dimarahin istri, dan ngeluh karena BBM naik? Apa pengaruhnya sama lu? Ikutan ketawa karna ada yang dimarahin istri atau ikut stres karena BBM naik? (silakan jawab sendiri)

But wait! Bandingkan dengan saat-saat dimana lu menyeruput kopi seharga 43K di ruangan ber-AC seperti Starbucks. Lihat sekeliling lu! Pria-pria berdasi, berjas, wanita-wanita dengan blazer dan tas mahalnya, para eksekutif muda dan orang asing. Orang-orang yang gak lu kenal, tapi pasti uang jajannya lebih dari 50K sehari. Orang-orang yang kadang bicaranya pake bahasa Inggris bahkan pake bahasa asing yang sama sekali gak lu ngerti. Orang-orang yang otaknya digunakan untuk berpikir bagaimana mengelola proyek ratusan juta, menghasilkan beberapa M, dan orang-orang yang sedang menaiki tangga, berproses menuju sukses! Apa pengaruhnya sama lu? Bagian ini, biarkan gw yang jawab secara pribadi:

Pertemuan gw sama Abel kmarin di Starbuck recharge my energy, my passion and my dream. Suasana yang beda, di gedung yang waw, penuh dengan orang-orang intelek yang hilir-mudik sibuk menjalankan aktivitasnya. Pengaruhnya besar banget buat gw, ya BESAR. Membuat gw berpikir gw sedang ada dimana, dan apa yang akan gw lakukan untuk menjadi seperti mereka bahkan LEBIH. Pertemuan gw sama Abel kemarin membuka 



Ngegantung banget yak..
Ternyata itu adalah draft postingan gw tanggal 11/11/14. Daebak! Kelupaan yang lama banget..
In fact, saat ini gw sudah bekerja bersama/bekerja bareng si Abel di sebuah tempat, the happiest place to work, called Dekodr.,
Nanti lah kita bahas tentang Dekodr di lain kesempatan..






















Something Bigger

I need something bigger.
More spacious than only 140 characters, or some cute stickers or a square background in it to express what I feel, inside.



Pikiran, perasaan ini sudah berkecamuk sejak lama. Namun, ceritanya baru dimulai ketika gw sakit, hari ini, sejak kemarin, kemarinnya kemarin dan seterusnya. Ketika sakit, keadaan akan memaksamu untuk merebahkan diri, pasrah, dan melayangkan pikiran entah kemana. Pun, hal yang gw rasakan saat sakit. Banyak cerita, perasaan dan pemikiran yang sulit untuk diungkapkan tapi butuh untuk diutarakan. Mencari simpati dengan bikin status di media sosial sudah bukan masanya. Saat itulah gw berpikir bahwa gw butuh something bigger, gw butuh sebuah media untuk mengekspresikan semua yang gw rasakan dan pikirkan. Teringatlah gw dengan blog ini. Blog yang gw buat pada zaman duluuuuu banget, sekitar tahun 2010 dalam rangka persiapan kuliah (karena pada saat itu akan ada tugas kuliah yang dikerjakan via blog). Kalau diibaratkan pajangan, blog ini pasti udah bedebu banget karena nggak pernah gw tengok, gw sapa, apalagi gw “bersihin”. But now, gw akan coba untuk membiarkan jemari gw menari dengan lincahnya di atas keyboard dan mengungkapkan apa yang terlintas di pikiran gw.

Senin, 29 Februari 2016

Feng Shui dan Ba Zi Talk with Mr. Suhana Lim





Rabu lalu, tepatnya 24 Februari 2016  aku mengikuti Feng Shui dan Ba Zi Talk di Wihara Amurwa Bhumi, Cibinong. FS dan BZ Talk kali ini dimoderatori oleh aku sendiri, dengan Pak Suhana Lim sebagai nara sumber. Pak Suhana adalah konsultan feng shui internasional yang lahir di Jakarta, namun saat ini bermukim di Melbourne.

FS dan BZ Talk kali ini bertemakan "New Year - New Luck". Semua masyarakat Chinese tentunya memiliki rasa penasaran yang tinggi tentang peruntungannya pada tahun baru ini. Singkat kata, inilah beberapa hal penting yang aku catat secara singkat dan bisa kubagikan dengan kalian semua mengenai pruntungan 12 shio di tahun 2016. (FYI: tahun 2016 merupakan tahun monyet api atau yang disebut "Bing Shen").

Cara baca: shio,, peruntungan di tahun ini,, (hubungan dengan shio monyet.)
1. Rat: this year is a blessing for you. (Triple harmony)

2. Cow: don't be shy to take a part. (Neutral)

3. Tiger: you have to be smarter than monkey. (Direct conflict) **

4. Rabbit: you'll become favourite and popular. (Neutral)

5. Dragon: get respect from monkey. (Triple harmony)

6. Snake: monkey will be your assistant. (Mutual harmony)

7. Horse: rainbow after storm. (Neutral)

8. Goat:  you must be ready for the spotlight. (Neutral)

9. Monkey: not a good sign. (Neutral)

10.Chicken: worries behind happiness. (Neutral)

11. Dog: will be happy to become monkey's mentor. (Neutral)

12. Pig: rain strom. (Indirect conflict) **


Note: slide presentasi yang digunakan berbahasa Inggris, so I try to write it as simple as I can (cause I have to write something else).
Shio yang bertanda bintang (**) merupakan shio yang dikatakan "chiong" oleh masyarakat Chinese.

Pak Suhana juga mengatakan bahwa kita jangan terpaku oleh apa yang "dikatakan" oleh peruntungan Shio. Karena sesungguhnya terdapat 3 aspek penting yang harus diselaraskan, yaitu:
Thian (Tuhan), Ti (bumi), Ren (manusia). Poin penting lainnya adalah berhati-hati pada seseorang yang mengatasnamakan pakar Feng Shui tetapi saat ditanya peruntungan/takdir seseorang, dia dapat menjawabnya secara langsung. Karena sesungguhnya dibutuhkan analisis Ba Zi sebelum akhirnya seorang ahli dapat menjawab pertanyaan tersebut.
One day I'll try to write something about Ba Zi. Yeah, we'll see ^^

Be Happy for you all

#lifeisgreat #begrateful #stayawesome














Ayat-ayat Kitab Suci Terkait Pernikahan

Dear sahabat...
Di bawah ini adalah beberapa Ayat Ayat indah yang berkaitan dengan Pernikahan / Perkawinan yg bisa digunakan & dituliskan sbg kata kata indah di Kartu Undangan Resepsi Pernikahan.
Silakan di-copy untuk dimanfaatkan...
Yaitu :

1.       Keselarasan hidup bersama anak istri itu laksana alat musik yang ditabuh harmonis. Kerukunan di antara kakak dan adik itu membangun damai dan bahagia. Maka demikianlah hendaknya engkau berbuat di dalam rumah tanggamu, bahagiakanlah istri dan anak anakmu.
(Kitab Tengah Sempurna / Tiong Yong Bab XIV, 2)

2.       Perbedaan itu ada bukanlah untuk dipertentangkan melainkan untuk dipadukan. Demikian Qian (langit) dan Kun (bumi) adalah Yang dan Im berpadu melahirkan dan memelihara segala isi dunia. Maka pria dan wanita dalam niat yang sama bersatu membangun keluarga menggenapi misi suci hidupnya berpadu harmonis dalam segala beda, menciptakan keluarga bahagia sebagai perwujudan suci paduan Qian dan Kun.
( Ya Keng / Kitab Perubahan )

3.       Camkanlah benar - benar hal pernikahan itu karena dialah pohon dari segala kesusilaan yang mencakup penghidupan manusia.
(Lee Kie XLIX)

4.       Sebagai unsur ‘YANG’ terhadap unsur ‘IEM’, mereka ( laki-perempuan) saling membutuhkan dan kemudian saling menyempurnakan ( menggenapi ).
( Lee Ki XLI Hun Gi : 12 )

5.       Dengan berpadunya langit dan bumi, barulah kemudian berlaksa benda bangkit. Maka upacara pernikahan menjadi mula daripada ( peradaban ) berlaksa jaman.
( Lee Ki - Kau Tik Sing III : 7 )

6.       Bila tidak berpadu langit dan bumi, berlaksa benda tidak akan tumbuh. Upacara pernikahan adalah pelestari generasi berlaksa jaman.
( Lee Ki - Ai Kong Bun : 11 )

7.       Upacara pernikahan bermaksud akan menyatu-padukan kebaikan / kasih antara dua keluarga yang berlainan marga ; ke atas mewujudkan pengabdian kepada Thian, dan ke bawah meneruskan generasi. Maka seorang Kuncu sangat menaruh perhatian.
( Lee Ki - Hun Gie : 1 )

8.       Bila tiada keselarasan antara langit & bumi, takkan tumbuh segenap kehidupan. Upacara pernikahan ialah pangkal peradaban sepanjang jaman. Dia bermaksud memadukan & mengembangkan benih benih kebaikan dua jenis manusia yang berlainan keluarga.
(Lee Ki / Li Ji XXVII, 3 – 1)






Sumber: facebook Romo Marga Singgih

Selasa, 11 November 2014

jumpa kita pe kawan

Rabu, 12 Nov 2014

kmarin ketemu Abel, and that was amazing. dari semenjak obrolan awal sampe akhir yang dibahas, gw ngerti semuanya. dari visi, mimpi, dan php javascript serta temen temennya. bukan berarti biasanya gw gak ngerti. tapi sometimes ada lost moment yg bikin gw ga nangkep apa yg lg diomongin. but you know what? kmaren gw ngerti dgn sepenuh hati. jiwa gw sepenuhnya ada di sana. gw ikut tenggelam dalam visi dan impiannya yg gak main2. dia tau dia ada dimana dan akan kemana. That's the thing!

kita janji ketemuan di halte semanggi, salah satu tempat "aman" buat gw utk ketemuan sama dy. karna gw ga trlalu tau jalan di daerah ibu kota tercinta, jekardah. everything went smooth until...... abel telat, hampir stengah jam gw duduk manis di halte semanggi nunggu dia. Ringtone hp gw berdering, ternyata abel calling. dia nyuru gw keluar halte ke arah kanan. katanya gw disuruh ke jalan di antara bank mandiri dan polda metro jaya. yailah jo, gw ga liat ada bank ama kantor polisi nih. itu 1, di tengah kebingungan gw coba beraniin diri jalan keluar halte.

langkah gw terhenti ketika langit tambah gelap dan zzzzz zzzzz ujan turun. cukup deras. mata gw makin mencari cari sosok abel yang entah dimana keberadaannya. akhirnya kita saling telfon untuk janji ketemuan (lagi) di titik yg baru.

"ok jo, gw tunggu di bawah jembatan ya" kata abel

"jo, lu dimana? kok gak ada" kata gw di telfon.

(noted; gw saa abel saling memanggil satu sama lain dengan sebutan "jo")

usut punya usut ternyata abel salah kasi arah antara jembatan kiri sama kanan. dia ada di sisi kanan tapi nyuruh gw ke sisi kiri. yawesslah akhirnya kita ketemu juga di tengah-tengah jembatan penyebrangan.

such a simple and meaningless story. tapi percayalah ketika u ada di posisi gw dan mengalami hal itu. bakal ada rasa gregetan, panik dan bingung. karena jembatan di halte semanggi panjang2 dan arahnya banyak cyiiin..
 (noted: graf berarah / spasial gw kurang bagus, jadi harap maklum.

-sekian-

Selasa, 04 November 2014

TUPO dan REKRUT


Tupo?? Temennya Kepo??
Heisshh bukan..

Tupo itu singkatan yang dipake di dunia bisnis dBCN Oriflame untuk “Tutup Poin”.
Jadi, untuk para konsultan Oriflame yang serius menjalankan bisnis ini, disarankan untuk tupo sebanyak 100 poin.

Kenapa sih harus tupo 100 poin? Menurut aku pribadi, tupo itu merupakan salah satu wujud komitmen kita dalam jalanin bisnis ini. Bukti loyalitas terhadap perusahaan tempat kita bekerja. Klo kita gak loyal, gimana perusahaan mau kasih bonus gede? Boro-boro kasih mobil CRV, kasih bonus 50rb juga mikir2 keles hahaha :p

Alasan pasti kenapa kita harus tupo adalah supaya bisa NAIK LEVEL. Flash back sebentar ke postingan aku sebelumnya yang bilang kalo dBCN Oriflame tuh bukan bisnis ece-ece, tipu-tipu karena punya BUSINESS PLAN. Nah dari business plan ini kita bisa pilih mau ada di level mana kita berada? Mau punya bonus berapa kita dalam 1 bulan?? Tiap-tiap level punya syarat poin masing-masing. Misalnya level 3% syaratnya punya 200 poin. Klo cuma 200 poin sih gampang lah yaaah dikerjain sendiri.. Kerja lebih giat, banyakin promo dan makin sering tawar2in produk ke orang lain. Nah kalo mau jadi Senior Manager alias SM yang poinnya harus sekian ribu tiap bulan gimanaaa??? T^T  agak susah kan kalo mau dikerjain sendiri? Hayooo agak susah,, emang susah apa susah banget? (aku sih susah aja :p )

Inget pepatah “berat sama dipikul ringan sama dijinjing” ? Aku inget dan udah ngejalanin pepatahnya.. Targetku jelas saat ini mau jadi SM yang punya bonus  4-7jt per bulan. Maka dari itu, aku ngenalin dBCN Oriflame ke beberapa teman, termasuk KAMU yang lagi baca postingan ini ;) dan aku ajak mereka untuk gabung.

Pertanyaan: nanti kalo saya gabung, enak di kamu dong bisa cepet jadi SM? Saya yang cape kerja sendiri, kamu enak2an tinggal terima bonus. Ogah ah.

Heisss,,, kata siapaaa??
dBCN Oriflame sistemnya adil kok! No pain No gain! Sama2 usaha baru nanti nikmatin hasil. Klo kamu kerjanya lebih giat daripada aku,, bisa aja loh kamu yang jadi SM duluan daripada saya. Klo jaringan kamu lebih berkembang daripada jaringanku, ya siap2 aja sukses duluan dan menikmati bonus 4-7jt per bulan dari dBCN Oriflame ;)

Don’t judge the book by its cover dude ;) kamu periu sedikit mengenal sesuatu baru nanti pelan2 bisa paham dan menilai ^^ klo jujur2an, covernya Oriflame sih udah bagus yah.. Oriflame itu udah jadi perusahaan Direct Selling nomor 1 loh. Produk2nya juga berkualitas dan NO ANIMAL TESTING. Kenapa aku bisa ngomong kaya gini? Soalnya aku udah jadi Independent Consultant Oriflame dan udah BELAJAR dari TRAINING2 yang dikasih, ataupun MODUL2 yang udah disedian dari dBCN Oriflame. Gak ketinggalan juga dari sharing sama temen2 bisnis aku di dBCN ;)

BELAJAR?? MODUL??
Aduuuh apaan lagi tuh? Sabar aja..bakal aku bahas di postinganku selanjutnya..
Keep reading ^^
Cuma di #bisnisasik #dBCN #Oriflame


Mau liat profilku?? Bisa add FB-ku di “Nona Alicia Febrian”

(dBCN) Oriflame part II


Pertama kali join dBCN Oriflame itu Maret 2014. Klo dihitung2 sampe sekarang, berarti kurang lebih udah 8 bulan yah.. Seru banget masuk ke dunia baru,, dapat teman baru dan dapat ilmu baru. Ohiya, dapat status baru! Buat kalian yang uda jadi member oriflamme nanti statusnya berubah juga loh.. Sekarang status aku: Independent Consultant Oriflame..kalo kalian mau hubungin aku, sekedar nanya atau malah mau ikutan bisnisnya bisa mention ke twitter aku di @alice78_ atau inbox fb aja di “Nona Alicia Febrian”. Sesegera mungkin pasti aku bales ;)

dBCN Oriflame itu bisnis online yang bisa dikerjain dimana aja dan kapan aja. Semua kita yang atur. Kalo dikantor, semua dilakukan pake slogan “asal boss senang”. Nah kalo disini, slogannya “semua terserah Anda” (ini menurut aku pribadi loh ya ^^). Kenapa? Karena bisnis ini ONLINE. Semua kamu yang kerjain sendiri, kamu yang tentuin sendiri. Mulai dari jam kerja, mau bikin target berapa, kejar omset berapa, mau naik level atau nggak, mau dapat bonus puluhan ribu, ratusan ribu, atau jutaan? Atau mau pilih jalan2 keluar negeri GRATIIIISSSS? Atau malah mau mobil CRV GRATISS? Itu semua kamu yang atur, kamu yang rencanain, dan kamu yang jalanin ;) Kalo cuma mau jadi member biasa supaya dapat diskon pas beli produk Oriflame-nya ya aku rapopo hehehe. Lah kok bisa dapat bonus jutaan? Kok bisa jalan2 keluar negeri? Kok bisa dapat mobil CRV?? Bisa lah karena bisnis Oriflame ini bisnis beneran yang punya “business plan” dan kalo kamu jalanin business plan-nya dengan tekun,, cuma sekedar bonus ratusan ribu ya pasti masuk kantong.. Tapi inget ya,, ada hasil pasti ada usaha ^^ bonus ratusan ribu dan mobil CRV gak tiba2 secara “gratis” bisa dateng ke kamu..kamu perlu untuk jalanin bisnis ini sesuai dengan ilmu yang diajarkan, sesuai dengan kode etik ;)

Inti dari yang mau aku sampein di paragraph atas adalah: dBCN Oriflame CAN change your life! You can MAKE MONEY today and FULFILL YOUR DREAM tomorrow. dBCN Oriflame BISA NGERUBAH hidup kamu! Klo diliat jangka pendek, kamu bisa hasilin uang dari jualin produknya Oriflame, tapi klo kamu serius jalanin bisnisnya,,,,,, dalam jangka panjang kamu bisa WUJUDIN MIMPI KAMU! Balik lagi, asal ada usahanya..mau kerja ^^

Naah,, supaya “suasana kerjanya” gak gitu-gitu aja, Oriflame ataupun upline-ku suka bikin challenge loh.. dan hadiahnya oke2 banget, bikin ngiler hahaha :p jiwa muda,, masih semangat 45, tiap ada challenge aku pasti ikutan, hajar bleh! Hahaha.. Walaupun gak selalu menang tapi terbukti loh kalo kita mau usaha pasti ada hasilnya. Dari ikut challenge2 yang ada, beberpa hadiah yang  udah pernah aku dapet :
1. tempat lipstick seharga 79000
2. dompet Oriflame (harganya lupa)
3. jam tangan kulit ular
4. Giordani Gold bag seharga 747ribu
5. Oriflame collectable and tote bag seharga 698ribu
6. Eyeliner styloblack seharga 99000
7. BB Cream seharga 99000
8. Oriflame wonder balm seharga 99000
9. The One bracelet seharga 49000
10. dan yang pasti bonus bulanan dari Oriflame xixixixi (mau kaan?)
*itu cuma sebagian aja loh :p

Namanya usaha, kadang di atas kadang di bawah. Iya kan? Selama 8 bulan join, aku juga ngalamin pasang surut loh.. Kadang orderannya sepi, atau koneksi internet yang kacau jadi susah kalo mau order online. Tapiiiiii,, seneng banget deh di dBCN Oriflame ini ada temen2 bisnis (upline) yang slalu motivasi aku dan siap bantu. Upline nya juga banyaaaakkk, jadi klo misalnya mbak Nita lagi gak bisa dihubungin aku masih punya banyak stock peluru cadangan buat capai target hehehe.

Kerjanya gak sendiri. Klo koneksi internet aku lagi ngambek, aku bisa mnta tolong orderin ke temen bisnisku yang lain.. klo orderan aku lagi sepi,, temen2 bisnis aku kasih motivasi, kadang dikasi tips juga ^^ akhirnya bisa “ngeuh” deh klo orderan sepi berarti usaha aku belum maksimal. Kenapa?? Karena yang lain bisa kok dapat orderan banyak,, bisa kok TUPO di minggu pertama awal bulan. Hayoloh,, masa mereka bisa..aku gak bisa?? Iki piye toh?? Kebakar lagi deh semangat aku..
Eits,,tadi kayanya ada kata “TUPO” deh.. apaan tuh??
Nanti aku jelasin di postingan berikutnya yaah..

Keep reading ^^
Cuma di #bisnisasik #dBCN #Oriflame #aina #blogger


(dBCN) Oriflame part I


Kalo denger kata “Oriflame” pasti semuanya udah pada tau yah, dan langsung inget sama make-up. Iya gak sih? Iya dong. Soalnya aku udah ngebuktiin sendiri. Tiap ada orang yang aku ajak ngomong tentang Oriflame pasti bilangnya “ooh, yang make-up itu yah..” atau “wah, bedaknya bagus tuh” atau “ih aku mau dong krim matanya, bagus deh.” Dan sebagainya..

Kali ini aku mau sedikit curhat tentang pengalamanku diprospek sama temen untuk gabung di dBCN Oriflame.. Nah loh, apaan tuh dBCN Oriflame, nyebutnya aja susah. Biasanya tau cuma Oriflame doang. SAMA! Aku juga dulu begitu waktu diprospek sama upline-ku (panggil aja Mbak Nita).

Jadi waktu dulu, dia mulai prospek atau ajak2 aku ikut Oriflame pas akir taun 2013 pas sibuk sibuknya aku SKRIPSI. Sedikit kebayang dong gimana sibuknya mahasiswa tingkat akhir klo lagi ngerjain skripsi?? Begadang tiap malam,, sibuk riset, jam 3 subuh masih melek, tidur seadanya, pikiran mumet, galau sama dosen daaaan sebagainya. Lagi mumet kaya gitu trus diajakin MLM. Oh My Goooddd, serasa mau pecah ini kepala. Mbak Nita sih sabar2 aja waktu aku cerca sama ribuan pertanyaan. Dan ujung-ujungnya aku bilang: “nanti aja yah Nit”.

Doi gak nyerah loh.. beberapa waktu kemudian dia hubungin aku lagi dan nanyain gimana keputusan aku.. Karena males di BBM terus akhirnya aku bilang “yaudah nanti gw join kalo udah kelar skripsi yah”. Dan trik aku berhasil, semenjak saat itu dia gak BBM aku lagi.. Dalem hati sih seneng “yess gak ada yang ganggu”.

Tapiii, namanya janji ya janji. Selesai skripsi, sidang, dan menjelang wisuda (bulan Maret 2014) aku sadar punya utang janji sama Nita. Singkat kata, gabunglah aku di dBCN Oriflame sama Nita. Jadi, Oriflame itu punya banyak grup ternyata. Ibarat pohon, punya banyak ranting. Nah salah satu rantingnya Oriflame adalah dBCN Oriflame alias The Business Chain Network Oriflame.

Pas join sih cuma tau harus cari untung dari jualin produknya Oriflame. That’s it! Yauda aja coba tawarin sana sini ehh dapat orderan (seneng juga sih hahaha). Kebetulan waktu aku join ada promo cash back. Join 24900 trus klo bisa order 200rb nanti dapat potongan uang pendaftaran jadi GRATIS. Uhuyyy,, lumayan nih balik modal pikirku saat itu.. Untuk kesan pertama masuk ke dunia baru (alias dBCN Oriflame) adalah: MANTEP!! thank you Nita udah ajak aku join ^^

Keep reading ^^
Cuma di #bisnisasik #dBCN #Oriflame #aina #blogger



Jumat, 21 Maret 2014

BIG DOOM

Gak nyangka harus post secepet ini, dan post ini lanjutan dari “A Li’l Doom in My Life”.

Tadi sore nyokap pergi ke dokter lain untuk periksa, bawa hasil rontgen dan segala macem. Gw gak bole ikut karna disuru jaga toko. Sometimes I really hate this store. It always make a gap between my family, cant go somewhere with full member.

Udah agak lama, gw telf bokap karna pengen tau keadaannya gimana. Tapi gak diangkat. Gak lama mereka balik, uda sampe depan toko. Nyokap turun dari mobil dan tiba-tiba berbisik:

“Ceh tolong telfonin RS xxx untuk tanyain biaya CT scan. Mama besok mau CT scan” dengan muka menahan tangis nyokap berlalu ke dapur.

Setengah gak yakin gw akirnya nyusul nyokap ke dapur. Nyokap lagi nutupin mukanya mencoba nyembunyiin tangis. Tapi percuma, I knew her for over 20 years. Nyokap nangis, mukanya merah. Gw cuma bisa diem terpaku, dan dengan amat sangat tolol gw cuma bisa mematung, gak berani untuk meluk nyokap. Dem !!

Gw tanya apa kata dokter, nyokap jawab gamblang.

“Gak papa, cuma kudu diobatin aja. Makanya harus di CT scan.”

Man,, gw bukan bocah SD. Gw juga belajar biologi kali. Gw juga punya sepupu yang pernah CT scan. That’s mean there’s something wrong with my Mom !!!! It feels like hell. What’s going on? Gw ga tau apa yang terjadi. Sekarang gw Cuma ngadepin laptop dan terus ngetik. Mungkin dari luar mereka akan nilai gw sebagai anak yang cuek. Tapi mereka ga tau otak gw lagi muter kaya gangsing. Jantung lagi dag dig dug nahan kesel dan muka lagi kerasa panas nahan nangis. Sh*t ! I can do nothing !! Gak bisa mikir apa-apa lagi. Dan  nyokap balik lagi ke rutinitas awal, jaga toko, duduk sambil nyoba ngobrol dengan salah satu pembeli yang nyokap kenal. Tanpa nyokap tau, gw daritadi ngeliatin nyokap yang diem-diem suka megangin kepala sambil nunjukkin ekspresi sedih. It hurts me the most Mom!
What should I do ?
If only…
Azzzzzzzzz. I hate this situation.


Hope the Gods can tell what I should do. Her tear just ruined my life. Cant stand another tear. Be strong, Mom ! Wo ai mama.

A Little Doom in My Life


There’s only one treasure in my life, MY MOM. I have a lot to talk about this one, so I will write this post in bahasa with my own style. In order to express what I feel very well. (Cause my English isn’t good enough).

3 minggu yang lalu mama sakit, kondisi badannya emang lagi drop dan lagi bolak balik dokter. Minggu sore (klo ga salah tgl 2 Maret) mama pergi ke rumah sakit untuk periksa lagi karena di lehernya ada benjolan dan perutnya bengkak entah kenapa. Malamnya setelah tutup toko, kami sekeluarga pulang ke rumah seperti biasa. Setelah minum obat, mama tidur dan aku beres-beres rumah. Bokap pergi “nenangga” (hal yang paling aku benci karna dilakukan pada saat yang gak tepat).

Menjelang malam (mungkin sekitar jam 8 atau 9) mama terbangun karna ingin ke kamar mandi. Aku nemenin mama, memapah, dan nungguin di dalam kamar mandi. And you know what? Tiba-tiba mama bilang kepalanya pusing.

“Ceh, mama ada dimana?” katanya.

Otak udah mulai ngerasa aneh. Perasaan udah mulai sedih, apalagi liat muka mama yang lemes banget.

Trus aku memampah mama untuk berdiri dan mau jalan ke kamar. Tapi apa? Mama kehilangan keseimbangan, menabrakan diri ke aku, aku gak kuat, dan singkat kata, kita berdua jatuh. Kepala mama sempet kejedot ke tembok. (untungnya pelan doang). Perasaan langsung campur aduk, ngerasa bersalah, panik, bingung. Mana gak ada orang lain di rumah. That’s why I was mad with my father. I really hate him. Kenapa harus pegi malem2 buat “nenangga” ngobrol-ngobrol gak jelas padahal uda tau mama lagi sakit. $%^&^#*#*($($ zzzzzzzzzzzzzz

Seketika aku nangis sejadinya, teriak teriak manggilin mama. Trus mama sempet buka matanya dan bilang:

“Ceceh kenapa nangis? Yuk kita ke kamar.”

Iya ke kamar mama bilang, tapi mama gak beranjak dari tempat kami jatuh tadi. Mama masih terkulai lemah di lantai. Aku coba untuk megangin badan mama dan memapah. Gak bisa.

Entah bagaimana akhirnya pelan-pelan mama bisa bangun dan minta ke kamar sambil tetap aku papah. Tapi karna takut bakal jatuh lagi aku putusin untuk ngedudukin mama di bangku meja makan. Abis itu aku lari ngambil hp dan telfon bokap sambil nangis dan setengah teriak. I was so mad at this time. If only he didn’t go out, my mom won’t fall.

Gak pake ba-bi-bu lagi, bokap langsung nyiapin mobil dan kita semua ke rumah sakit. KARNA NYOKAP PINGSAN! Saat itu aku langsung nyalahin diri sendiri kenapa sih nopang mama sendiri aja gak kuat, kenapa sih punya badan kok kecil banget. Semua pikiran negatif ada di otak.

Bokap bawa mobil uda kaya setan. Gak pake rem, nyalain lampu dim, dan maenin klakson terus-terusan. Iya tau lagi buru-buru tapi agak ngeri juga pas itu. Dan tiba-tiba mama ngomong sama aku

“Ceh bilangin bawa mobilnya pelan-pelan”

Copy that. Aku langsung bilang kaya gitu ke bokap. Dan sambil nangis, akhirnya aku melafalkan doa-doa di telinga mama sambil terus megangin muka mama. Entah bagaimana, setiap aku kesusahan secara otomatis doa-doa itu selalu keluar dari mulutku.

“Om mani padme hum”

Kalimat doa itu terus aku lantunkan di telinga mama. Itu yang memberiku kekuatan dan aku harap itu juga bisa memberikan mama kekuatan.

NB: Beberapa hari setelah keadaan mama lebih baik, mama bilang pada saat mama setengah sadar, mama mendengar suaraku yang sedang melantunkan doa-doa, dan itulah yang membuat mama berusaha bangkit. Jadi, buat temen-temen yang baca post ini, ketika ngerasa senang/susah tetaplah berdoa karna doa akan membuat kita kuat. Percaya pada kekuatan kebaikan.

Sampe di rumah sakit, mama langsung masuk UGD dan diinfus. Singkat cerita pada malam itu juga mama di cek jantung (EKG), cek darah, dan gak boleh pulang. Dokter UGD pada saat itu menyarankan kami untuk melakukan rontgen dada dan mamografi mengingat area leher, dada, dan perut mama yang bengkak. Kami setuju karna kami pikir penanganan secara cepat akan lebih baik. Tapi nyatanya, pemeriksaan tidak dapat dilakukan karena pada saat itu merupakan hari Minggu. Tidak ada lab yang beroperasi dan tidak ada dokter spesialis. Mereka menjanjikan melakukan pemeriksaan di hari berikutnya (Senin).

Sampe hari Selasa pagi, mama gak ditanganin. Mama gak diperiksa ke lab. Setiap suster yang ditanya bilangnya lagi ngejadwalin dan nyiapin ruangan. Hellowwwww emang mao pesta ulang tahun ampe ribet udah 2 hari gak kelar-kelar. Zzzzzzzz. Sebagai anak yang orang tuanya lagi sakit tentunya sedih dan kesel dong. Masa mama tercinta uda dirawat berhari-hari tapi gak ditangani. Tiba-tiba, ada bagian control service dateng ke kamar mama dan menanyakan bagaimana “kesan pesan” selama nginep di RS. Yaudahlah ya, mungkin emang ini helps from heaven. Aku ceritain deh tuh semua unek-unek, bagaimana pelayanannya dan segala macemnya. Tumpahin deh tuh semua rasa kesal. And you know what??? 5 menit kemudian dateng seorang suster ke kamar mama untuk ngebawa mama ngelakuin pemeriksaan di lab. Hahaha so “amazing” right?

Tapi pada post kali ini aku lebih ingin share tentang perasaanku. Menghadapi kenyataan bahwa wanita tercantik di dunia yang melahirkan aku sekarang terbaring lemah. Mau duduk pun susah. Semenjak mama jatuh di kamar mandi sampe masuk UGD, tangisanku gak berhenti. Hingga akhirnya Senin pagi mama dirawat, aku mulai bisa mengatur emosi. Hingga terbesit kembali seharusnya dulu aku kuliah jurusan kedokteran. Atau seenggaknya jurusan farmasi yang bisa paham obat apa yang bisa nyembuhin sakitnya mama. Seringkali aku sampai pada titik itu, sebuah penyesalan mungkin. Tapi biarlah, toh dulu juga nggak ada biaya untuk masuk FK, dan yang paling penting, mau aku berpikir ribuan kalipun, aku gak bisa ngerubah masa lalu.

Aku selalu menemani mama di kamar inap, tidak keluar dari kamar tersebut. Kebetulan waktu itu kamar inap tempat mama dirawat memiliki 2 tempat tidur, yang 1 masi kosong. Jadi aku gantian sama bokap tidur disitu.

Mama mau makan, aku suapin. Mama mau ke kamar mandi, aku temenin, aku papah. Mama mau ganti baju, aku yang gantiin. Pokoknya semua aku lakuin untuk mama. Pada saat itu, aku seperti mendapat kesempatan untuk refleksi diri. Kita hidup cuma untuk “nunggu giliran”. Selama ini mama yang melakukan semuanya untuk-ku. Mama masak, cuci baju, suapin aku, ngerawat aku ampe gede. Dan sekarang saatnya aku melakukan semuanya untuk mama. Gak cuma itu di satu sisi aku juga merasa berterima kasih sama Tuhan karena bisa dapat kesempatan untuk menjadi anak berbakti #begrateful. Ajaran yang aku yakini memberitahu bahwa ada 2 hal di dunia ini yang tidak bisa ditunda, yaitu:

1. Berbakti kepada orang tua
2. Berbuat baik

Jika pada kesempatan kali ini aku bisa melakukan hal nomor 1, aku sangat bersyukur. Karna selama ini aku masih berjuang menjadi anak berbakti untuk mama dan papa. Gak cuma berucap di mulut, tapi melalui tindakan nyata. Aku mencoba lebih dewasa menjalani hidup terutama menghadapi hal-hal tidak menyenangkan seperti ini. Perasaan sedih ketika orang yang dicinta merasa sakit, tentunya muncul pertama kali di dalam hati. It was a li’l doom in my life. Even worst, a big doom in my life. Gak pernah terpikir gimana jadinya hidupku ini tanpa mama. But, day by day I try to be more wiser. Hidup itu gak selamanya sedih dan gak selamanya senang. Jadi, gak boleh melekat terhadap sesuatu. Klo kata Ajahn Brahm: ”All is well.” Ada juga: “Untuk semua yang telah terjadi, terima kasih. Untuk semua yang akan terjadi, baiklah”.

#begrateful #lifeisgreat #stayawesome



Kamis, 20 Maret 2014

Lelah Ini Adalah Kebahagiaan

Hari ini saya bangun lebih awal, 7.30 pagi. Biasanya gak sepagi itu soalnya lagi libur, jadi saya menikmati tidur malam dan bangun agak siang hehe. Dan (akhirnya) siang ini saya ke depo Tzu Chi di Bogor. Kenapa akhirnya? Karena sebelumnya saya udah 2x gagal pergi kesana. Yang pertama karena mama saya masuk rumah sakit, dan yang kedua karena partner saya gantian sakit, jadi gak bisa pergi kesana. Yaah, mungkin emang belum jodoh saat itu.

Ini adalah kali pertama saya pergi kesana dan kali ini pergi bersama senior-senior. Kedatangan saya kali ini adalah untuk mempersiapkan acara kunjungan kasih ke salah satu panti asuhan di daerah Parung. Kunjungan ini adalah kegiatan kedua Tzu Chi yang saya ikuti, yang pertama adalah baksos pengobatan gratis di daerah Bogor.

 Awal pertama saya diajak berpartisipasi dalam acara ini hanyalah sebagai “penghibur” yang akan menyanyikan sebuah lagu untuk teman-teman di panti. Kemudian rencana berubah, akhirnya saya diminta untuk jadi MC sekaligus penyanyi di panti nanti. Waw, ini merupakan suatu berkah.
Dari dulu saya memang suka melakukan kegiatan sosial. Tetapi, kali ini nampaknya agak berbeda karena ini pertama kalinya saya mengunjungi panti asuhan bersama rekan-rekan Tzu Chi.  Hari ini saya baru tau bahwa arti dari “Tzu Chi” adalah memberi dengan cinta kasih. Waw, tercerahkan! Nambah lagi satu pengetahuan saya ^^

Setelah rapat dengan rekan-rekan Tzu Chi, kami melakukan sharing dan belajar gerakan isyarat tangan “Kita Satu” (The Most Famoust Sou Yi from Tzu Chi, I guessed). Banyak sekali pengetahuan yang saya dapat dan beberapa “pencerahan” yang saya alami. (NB: pencerahan yang saya maksud adalah yang tadinya tidak tau menjadi tau). Thank God I had this chance. #begrateful
Di perjalanan pulang, saya dan rekan-rekan masih melanjutkan sharing dan kami sampai pada kesimpulan berikut: bahagia itu bisa membantu orang lain pada saat mereka kesusahan.

Kenapa bisa ambil kesimpulan seperti itu? Soalnya kalo mau diliat-liat lebih dalam, bahagia itu bukan karena banyak harta. Banyak kok orang-orang banyak harta di luar sana malah menyerahkan hartanya ke orang lain atau ke sebuah lembaga dan memilih untuk hidup dalam kesederhanaan. (Ini ada ceritanya di *n Th* Sp*t makanya saya berani nulis kaya gini). Evidence based a proof, man *wink* Kalo mau diliat-liat lebih dalam lagi, bahagia itu juga bukan karena punya nama besar. Ada kok tokoh-tokoh terkenal (katakanlah artis) yang punya nama besar, terkenal, tetapi malah mencari pelarian dengan pake narkoba. Artinya apa? Masih ada sesuatu yang mereka cari dalam hidup, mereka masih belum bahagia. Dan kalo mau diliat-liat lebih dalam lagi, bahagia itu bukan karna punya pasangan yang rupawan, buktinya masi ada aja yang selingkuh. Malah sekarang-sekarang ini lagi marak kasus pembunuhan gara-gara perselingkuhan. Miris kan, awalnya sayang-sayangan tapi berujung penghilangan nyawa ckck.

Ok, back to Tzu Chi karena masih ada yang ingin saya bahas mengenai yayasan ini. Salah satu pencerahan yang saya dapat dari pertemuan kali ini adalah Tzu Chi merupakan yayasan lintas agama, lintas suku, lintas negara. Ini salah satu kabar menyenangkan loh. Kenapa? Karena sebagian dari kita masih salah kaprah, masi mengkaitkan yayasan Tzu Chi dengan salah satu agama. Nyatanya? Siapapun bisa menjadi relawan Tzu Chi dan siapapun yang membutuhkan tetap dibantu oleh yayasan ini, tidak pandang bulu. Dan tidak ada pamrih yang diharapkan.

Pendiri yayasan Tzu Chi, Master Cheng Yen (biasa dipanggil Master) menganggap kita semua adalah Boddhisatva. Jadi sebagai Boddhisatva hendaknya kita bisa dan mau membantu orang lain. Tentunya sambil melatih diri menjadi lebih baik lagi.

Gak bisa dipungkiri, menolong orang (berbuat sesuatu) sedikit banyak menimbulkan rasa lelah. Kadang yang Cuma duduk-duduk doang aja bisa cape, apalagi menolong orang yang definisinya bisa macem-macem, gak cuma duduk doang. Jujur saya juga rada lelah (capek) kok dengan kegiatan hari ini, mungkin karena emang stamina juga lagi turun jadi gampang ngerasa capek. Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii,, dengan segala pencerahan yang saya dapat hari ini, saya ngerasa bahagia sekali. Bisa ketemu dan menjalin jodoh dengan orang-orang baik, membantu orang lain, nambah teman baru, dapat ilmu baru. O MY GOD, there’s a rare chance ! Bahagia itu gak harus dapet duit atau benda-benda berwujud kok, percaya deh bisa ngedapetin sesuatu yang “gak berwujud” rasa bahagianya akan lebih kerasa. Soalnya yang “gak berwujud” itu bisa nyentuh hati kita. Sebuah area yang gak bisa disentuh dengan barang-barang berwujud.
Jadi sekali lagi saya bilang, lelah ini adalah sebuah kebahagiaan. Dan aku akan menyiapkan diri sebaik mungkin untuk rasa lelah lain yang akan datang. Terima kasih Tuhan atas kesempatan dan kebahagiaan ini.


#begrateful #lifeisgreat #stayawesome

Senin, 17 Maret 2014

The End of Last Year (part II)

During the journey to the mall, we have a li’l chat. Talked about his business trip and the scenery. (I feel like tourist too because I haven’t been “there” for a long time) hahaha. That was the first time I’ve been in that situation. Headed to mall to had a date and picked up by taxi. Fabulous. Oh yea,, in taxi we talked in bilingual hahaha, never expected that he talked in bahasa quite well. He did it on purposed so I could talk to him easily, I guessed.

It was our first meeting.

We arrived at one of the mall in Jakarta and he held my waist to cross the street in order to protect me from cars that wanted to pass. And the first thing that we did was………………………………looked for money changer. Ahahaha. It was funny and memorable for me because it was the first time that I went to the mall not for bought shoes or looked for sale but a money changer. Xixixiixi.

In fact, the money changer closed so he initiatively wanted to treat me a dinner at a restaurant that accepted his (international) visa. I told him that we could use my money first but he refused. Yeah maybe it was boy/guy/man’s international motto:

 “Do not ever let the girl pay.”

We went around the mall and visited restaurants one by one in order to knew which restaurant that accepted his visa. It took times and felt like endless walked but I really enjoyed it ^^ He told me that he was here before and showed some of store that own by his father’s friend. I forgot the name cause it more than 3 (I thought). Once, he asked me about “Stickies”. I said I didn’t know, and he tried to gave another clue about that. I really had no idea at that moment. Until we found a candy shop called “Stickies”. O my God, if only I knew it when he mentioned before. In fact I knew what “Stickies” is cause I’ve seen it at TV haha. A candy shop that allowed you to see the candy made processed. He stopped by and (again) gave me another surprises. He called the employee in front of us and *bam* it was his friend ! Mr. warm smile introduced us each other and like usual, I forgot the employee’s name *lol. Had a li’l chat and we moved to another location. Mr. warm smile told me that he had business with the employee that we met before. He asked the employee to made a video for him. Not only smile but I thought Mr. warm smile had a warm heart too. I could guess it because the employee that we met before had a big grin when he saw Mr. warm smile and asked him to kept contact with him (the employee) especially when he was in Indonesia. (Such a great guy, right? Haha).

Then, we decided to had a dinner at XYZ restaurant (sorry I forgot the name, but I’m sure I’ll knew it when I came to that mall again). And,, we had a li’l fight in the restaurant. It was about my un-ability to taste, couldn’t know whether it vinegar or sauce. I thought it was sauce but he said it was vinegar. He even dipped his chopstick to that black liquid to made sure the taste. And absolutely he said it was vinegar, I’m speechless. Hahaha.. Sorry, it just because the taste was too salty and not sour at all.

Another chat begun. He asked me too ate more so I could gain weight. O my God, cant anyone not mention about it? -.-“ Unfortunately before I went with him to the mall I already had dinner at Akoh’s house so when I had dinner with him I couldn’t eat much. I told it, and let him know that it was hard for me to gained weight.

“You can look at my wrist. It’s hard for me to gain weight although I eat as much as I want” I said.

And suddenly he touched my wrist to measured..*thumped* He looked at my wrist and maybe a bit shocked cause my wrist was nothing than him *lol. This and that, he released his watch and I tried wear it. Hahahah it was big and so roomy for me. At that moment he asked me to eat more so one day the watch could fit my wrist ^^

Maybe he forgot all about that, what he said, what sneakers, watch or shirt that he wore at that time. But it was sticky thing for my brain (?) so I could remember that moment just like it happened 5 minutes ago. In fact, there were also a misunderstanding between us, when he said “tiga” I heard it as “ceria”. Geez, what’s wrong with my ear ?! *Embarrassed* But one utterance that I heard clearly is he said that my skin is quite white.

“Tapi u cukup putih ya”

That was all I heard. I didn’t know whether it was really important to him, or what his purposed to said it but I took it as a compliment.

After finished our dinner we decided to looked around (again). Another endless walked but I really enjoyed it (as long as I walked with him) *lol. He said that he was full and I asked him to sat awhile. Yeah at least he could rest and took a breath. But he refused with this

“Kalo diem terus gw bisa muntah”

The point is keep going. *wew*

It didn’t matter for me (girl) to walked around the mall but I’m a bit worried about him. Cause you know, guy won’t be like to waste his time at mall, right?

We continued our “journey” hahaha. Once I walked away (I didn’t know he turned right) he called my name and (again) hold my waist to take me to the elevator. Had no weird feeling, I just thought he was typical guy who was gentle. A protective one. I just simply like it.

One spot at mall that had a sky rink view. We stopped there and enjoyed a hockey tournament for awhile. Nice. Memorable. A hockey tournament view, nice guy beside you, and that spotlight around you. At that time I really wanted to take photo with him but I didn’t know where my courage gone. I just tried to feel and appreciate that moment. I looked at the hockey player but my thought were beside me,,with him. And you know that will be one of my BIG regret !!! Argh.

Suddenly, rrrrrrr.. His phone vibrated. Accidentally I saw the caller and I knew it was his brother. Plan changed. He wouldn’t drove me home by taxi tonight but he asked his brother to took us home. Yeah, finally I had to finished my sweet dream with him. We walked away from that sky rink, came toward the front gate.

“Itu mobilnya, yang Mercy” he said.

*sigh* I wouldn’t have another chance to took photo with him tonight L L L We got into that car and *taraaa* there were his brother, his brother’s girlfriend, and his girlfriend’s sister. I sat in the middle and Mr. warm smile sat next to me near the door. One big problem came. They wanted to drove me home but I DIDN’T KNOW THE WAY !!!! All I know just the address not the street or the direction. I called my dad and akoh to asked the direction cause Mr. warm smile’s brother a bit angry with this condition. Yeah I understood it because it was weird to drove someone home but they didn’t even know where their home was ! Geez. Luckily, girlfriend from Mr. warm smile’s brother knew the way. So we depended on her. I felt guilty for this condition then I made a note in my phone  and gave it to Mr. warm smile.

“Feel guilty”

Then he replied

“Gak pa-pa, dia baik kok. Tenang aja”

But my expression didn’t change and suddenly he “pukpuk” my head. aaaaaaa !!!!! *warning* I always like when someone “pukpuk” my head. It’s one of the most comfortable thing for me. Gezzz…..Thought that I fell for him (?). I have no idea why he know all the way to comfort me? Why him ?

In the end, we arrived at my akoh’s home and my sweet dream was over. Since that day, that meeting, we rarely chat through WhatsApp. (cause he headed back to Singapore too). I often try to start first, but……..Yeah you can guess easily. Life is not as smooth as you think. Sometimes you are happy but sometimes you don’t.

Life must go on, girl. I said it to my self. But for all that sweet memories, I thank you so much. Perhaps that aren’t hard feeling between us. I know it’s silly but I dream about you sometimes. What a sweet dream but terrific life *lol. I don’t expect it but it’s just something that I can’t handle. I never ask God to have a dream about you, I just thank God for all the blessing and enjoy my life J I don’t want to sound like a child that live in fairy tale. I have no special purposed to make this post. It because I don’t know how to express my feeling. I hold this feeling for a long time and I’ll explode if I still keep this feeling. It makes me better. Through this post I release my stressed. Through this post I endure my pain. Through this post I free my soul. Express what I feel. If one day we meet again, perhaps we can talk easily just like we met before J I keep you in my mind as a good guy, and perhaps so do you.

And for Mr. A who introduced me to him, million thanks to you jo for lemme know your business’ partner. One day you’ll have special post from me ^^.


#begrateful #lifeisgreat #stayawesome 

The End of Last Year

That was a great year end for me. A friend of mine, (just called him “A”) gave me “his” photo in the middle of our chatter at small store and wanted to introduced us (me and the guy in the pic) each other. It was a warm smile, cute face and…. funny nose. Yeah, for me his nose is funny. But there weren’t a bit feeling, since I knew he was from another country. Singapore.

Yeah, there’s something about Singapore for me. But I’ll share it later.

Time passed by and I forgot about him (the guy in the pic), cause I event didn’t know his name. Mr. A didn’t give me the name, just his photo. Until one day, there were a WhatsApp chat in my phone.

“Hi Alicia!”

The number started with +65 which means from Singapore. But as long as I remember, I forgot to reply that WhatsApp.

Once, I posted a photo of my bloody finger on my facebook, and again there were a WhatsApp in my phone from the same number said:

“How are you?”

I replied that message with:

“Hi Mr. C I’m okay ^^”

I thought that were my friend from Singapore called Mr. C whom worried about my bloody finger (hahaha). So I replied that message with overconfident and say Mr. C’s name. But you know what? That weren’t Mr. C !!!! He was the funny nose with warm smile, O MY GOD !!!!! (thumping while write this part) *kyaaaa*

Misunderstanding has been cleared and started from that day we WhatsApp very often. Started in the morning until one of us went to bed *lol. That was nice. We chat, laughed, discussed, and promised to meet someday. For a couple of day, this activity was went smoothly and we really wanted to meet each other since he was in Indonesia to manage some business. A bit hard to met him because he were in (aishhhh I forgot the name, Jakarta somewhere) and he often went somewhere, somewhere and somewhere and somewhere with his family here. I told him that we could meet in the middle of Jakarta, ex: we meet at one of the mall. But he refused it because he didn’t want me to went somewhere by myself. Too dangerous. (that was nice, right? ^^) But on the other hand, he couldn’t pick me up here because he couldn’t drive -.-“ He calmed me with this:

“Don’t worry I can ask my brother to drive me there”

During the time, we finally made decision to meet. One day after he finished his work in Jakarta somewhere.

“I finish my work first and then we can have our date.
Movie and dinner.”

Date?? DATE?????
It was my first chat with guy that mentioned about “date”. Truly date with “d-a-t-e”. You will know what I mean after read the whole post. I captured the conversation but unfortunately the memory card broken so I had nothing L

***

Nov, the day

From the early morning I’ve been very adnmksfkjsehtkuhskdfnckjdnzfuse (absurd). What a messy heart >.< Cause my thought already at Jakarta somewhere to meet him. Finally at 13.30 I called taxi and started my journey to meet him *excited* The first destination was my akoh (thaiku) house in West Jakarta, its only took +- 1 hour from my house. But you know what? There were a demo at (ishhh idk the place, around DPU office) at my taxi got stuck.  To killed time I WhatsApp with him, told him that I’m on my way to met him. At that time, he was in Sukabumi with his father and (maybe) his “kukuh” and they were headed back to Jakarta. We were curious to know each other location so we sent the pic of the street. I was one step ahead in front of him when I was at point C he were still at point B. The traffic got worse and I started to worried about the argo. In short, when I arrived at akoh’s house I had to pay 3x more than the regular cost. But idc, the most important thing was I would meet him tonight ^^ *cheer*

Around 5 PM (maybe) he called me for the 1st time. I was so nervous and tried my best to understand his chatter. He said that we would have movie and dinner as he mentioned before and he already bought the ticket. As long as I remember he said the movie was start around 7. Once again, he surprised me. He talked in bahasa!! His voice (otp) was so gentle. Made me more curious about him, although I’ve seen his photo.

Around 7 he asked me to wait him in front of my akoh house so he could find me easily. And, *thumped* a blue taxi came, the windows was open and a gentle voice:

“Alicia?”

Me: (a bit doubt to replied, but finally…) “Yes”

Then a guy with gray T-shirt open the taxi’s door, came toward me and…… argh I forgot what happened next but I remembered that I totally nervous and I just said:

“A minute, I’ll go get my bag”.

Akoh followed me came to the gate and said something to him in Hakka. The point was “don’t stay out till too late”. I’m a bit happy at that moment since my akoh tried to have a chat with him. And then we got into the taxi and headed to the mall. You knew, he opened the door for me like a gentleman. A simple thing but caused big effect for girl. It such a good start for a dream date that all the girl wanted.

***

I think I should make the second part of this post, cause it’s gonna be a long journey to read. Hahhaa. Beside, I do really like remember each part of this moment. So, it’s gonna be a long story to read too.

PS: Hey there, take care J

#begrateful #lifeisgreat #stayawesome